KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum
Wr. Wb.
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmad, taufik dan
hidayah-nya kepada Ilahi sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul:
”Pembelajaran
Bahasa Arab”
Penulisan makalah ini dapat terselesaikan atas bantuan dari berbagai pihak,
baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu kami mengucapkan
banyak terima kasih kepada Bpk. Dr. H M. Afifudin Dimyathi, Mag selaku dosen pengampu yang telah membimbing
kami dalam mengerjakan karya ilmiah ini. Serta semua pihak yang telah membantu
dalam menyelesaikan karya tulis ilmiah ini yang tidak dapat kami sebutkan
satu-persatu.
Kami menyadari bahwa dalam
penulisan karya tulis ilmiah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
kritik maupun saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi
menyempurnakan karya tulis ilmiah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
kita semua. Amin.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Surabaya,
30-03- 2012
Penyusun
DAFTAR ISI
Judul
Kata Pengantar .............................................................................................................
2
Daftar Isi .............................................................................................................
3
BAB I : PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah ..........................................................
4
BAB II : PEMBAHASAN
A.
Pengertian Pembelajaran Bahasa Arab .................................. 5
B.
Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab ....................................... 6
C.
Pentingnya Pembelajaran Bahasa Arab ................................. 8
D.
Tingkatan Pembelajaran Bahasa Arab .................................... 10
BAB III : PENUTUP
A.
Kesimpulan ...........................................................................14
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Masalah
Pembelajaran bahasa arab sangat menarik sekali untuk
dikaji ulang. Bukan saja karena fungsi dan esensinya bagi kehidupan komunikasi
Islam, tapi karena sifatnya yang berada di tengah-tengah tradisi kependidikan
yang sedang berlangsung dewasa ini,
Perkembangan islam begitu pesat, maka mau tak mau diperlukan adanya
upaya pada teknisi pengajaran bahasa arab yang tepat agar umat islam terdidik,
mengingat bahasa arab adalah bahasa alqur’an dan hadist sebagai sumber pedoman
bagi umat islam. Hal ini dirasa mendesak sekali, mengingat pengajaran bahasa
arab dan hakekatnya memegang misi ganda. Pertama misi kepentingan agama
yaitu dalam rangka menyebarkan dan mengajarkan dakwah islam kepada masyarakat,
dan pembangunan Nasional dalam upaya ikut berpartisipasi aktif dalam dunia Internasional
pada sisi yang lain.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Pembelajaran Bahasa Arab
Pengertian pembelajaran adalah suatu upaya
membelajarkan siswa untuk belajar yang mana guru bertindak sebagai fasilitator
untukmembelajarkan siswa.Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan
unsur yang sangat fundamental dengan penyelenggaraan jenis dan tingkat
pendidikan .hal ini berarti, bahwa berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan
pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar yang dialami siswa baik
ketika ia berada di sekolah maupun di lingkungan rumah atau keuarga sendiri.
Di
samping itu, ada pula sebagaian orang yang memandang belajar sebagai latihan
belaka seperti yang tampak pada latihan membaca dan menulis[1].Menurut
Oemmar Hamalik, pembelajaran adalah suatu komunikasiyang tersusun meliputi
unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan danprosedur yang saling
mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran, dalam hal ini manusia terlibat
dalam sistem pengajaran terdiri dari siswa, gurudan tenaga lainnya.
Menurut
Nana Sudjana bahwa pembelajaran adalah setiapupaya yang sistematis dan disengaja oleh
pendidik untuk menciptakankondisi-kondisi agar peserta didik melakukan kegiatan
pembelajaran. Dalampembelajaran terjadi interaksi antara guru dan siswa,
disatusisi gurumelakukan sebuah aktivitas yang membawa anak kearah tujuan,
lebih dari ituanak atau siswa dapat melakukan serangkaian kegiatan yang telahdirencanakan
oleh guru yaitu kegiatan balajar yang terarah pada tujuan yangingin dicapai.Dengan
demikian pembelajaran bahasa Arab dapat didefinisikansuatu upaya membelajarkan
siswa untuk belajar bahasa Arab dengan gurusebagai fasilitator dengan mengorganisasikan
berbagai unsur untukmemperoleh tujuan yang ingin dicapai.Dalam pembelajaran
bahasa Arabhendaknya mengacu pada upayamembina dan mengembangkan keempat
segikemampuan bahasa, yaitu:kemampuan menyimak (istima'), berbicara (takallum),
membaca (qiro'ah),dan menulis (kitabah),agar mampu memahami bahasa, baik
melaluipendengaran maupun tulisan (reseptif),dan mampu mengutarakan pikiran danperasaan[2].
B.
Tujuan
Pembelajaran Bahasa Arab
Tujuan
pembelajaran bahasa diperlukan agar seseorang dapat berkomunikasi dengan
baik dan benar dengan sesamanya dan lingkungannya, baik secara lisan
maupun tulisan. Tujuanpembelajaran bahasa adalah untuk menguasai ilmu bahasa
dan kemahiran berbahasa arab,seperti muthala’ah, muhadatsah, insya’; nahwu dan
sharaf, sehingga memperolehkemahiran berbahasa yang meliputi empat aspek
kemahiran, yaitu:
Kemahiran,menyimak,
kemahiran membaca, kemahiran menulis, dan kemahiran berbicara.
Menyimak merupakan
proses perubahan wujud bunyi (bahasa) menjadi wujud makna. Kemahiran,menyimak
sebagai kemahiran berbahasa yang sifatnya reseptif, menerima informasi
dariorang lain (pembicara).
Kemahiran
membaca merupakan kemahiran berbahasa yang sifatnya reseptif,menerima informasi
dari orang lain (penulis) di dalam bentuk tulisan. Membaca merupakan perubahan
wujud tulisan menjadi wujud makna.
Kemahiran
menulis merupakan kemahiran bahasa yang sifatnya yang menghasilkan atau
memberikan informasi kepada orang lain (pembaca) di dalam bentuk tulisan.
Menulis merupakan perubahan wujud pikiran atau perasaan menjadi wujud tulisan.
Sedangkan
kemahiran berbicara merupakan kemahiran yang sifatnya produktif, menghasilkan
atau menyampaikan informasi kepada orang lain (penyimak) di dalam bentuk bunyi
bahasa(tuturan merupakan proses perubahan wujud bunyi bahasa menjadi wujud
tuturan[3](Suherman,
2000:4-5).Departemen Agama (1975:117) menjelaskan bahwa tujuan umum pembelajaranbahasa
Arab adalah:
(1)
untuk dapat memahami al-Quran dan hadist sebagai
sumber hukum ajaran islam
(2)
untuk dapat memahami buku-buku agama dan
kebudayaan islam yang ditulis dalam bahasa Arab
(3)
untuk dapat berbicara dan mengarang dalam
bahasa.
Tujuan pembelajaran merupakan sasaran yang
hendak dicapai pada akhir pengajaran, serta kemampuan yang harus dimiliki
siswa. Menurut Oemar Hamalik, tujuan penting dalam rangka system pembelajaran
yakni merupakan suatu komponen sistem pembelajaran yang menjadi titik tolak
dalam merancang sistem yang afektif,adapun tujuan umum dalam pembelajaran
bahasa Arab adalah :
1. Untuk memahami dan memahamkan ajaran Islam
2. Untuk memahami ilmu dan ketrampilan bahasa
3.Sebagai alat untuk mempelajari dan memperdalam pengetahuan Islam, seperti sejarah masa lalu, berita-berita, naskah-naskah tua guna menyelidiki latar belakang sejarah manusia, kebudayaan dan adat istiadat serta perkembangan bahasa itu sendiri.
4. Untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari, dalam forum ilmiyah,
maupun dalam forum-forum resmi.
1. Untuk memahami dan memahamkan ajaran Islam
2. Untuk memahami ilmu dan ketrampilan bahasa
3.Sebagai alat untuk mempelajari dan memperdalam pengetahuan Islam, seperti sejarah masa lalu, berita-berita, naskah-naskah tua guna menyelidiki latar belakang sejarah manusia, kebudayaan dan adat istiadat serta perkembangan bahasa itu sendiri.
4. Untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari, dalam forum ilmiyah,
maupun dalam forum-forum resmi.
C. Pentingnya
Pembelajaran Bahasa Arab
Sudah
sepantasnya seorang muslim mencintai bahasa arab dan berupaya menguasainya.
Allah telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an karena bahasa Arab adalah
bahasa terbaik yang pernah ada.
إِنَّا
أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
“Sesungguhnya
Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu
memahaminya.”
Abdul chamid bin Yahya dalam Al-hasyimy (1354 H
: 4) berkata :
اللغة العرابية
من او سع اللغات و اغناها و ادقها تصويرا
Artinya : bahasa arab merupakan bahasa yang
terluas dan terkaya kandungannya, deskribsi dan pemaparannya sangat mendetail
dan mendalam .
Abdul chamid bin Yahya dalam Al-hasyimiyberkata
:
تعلموا العرابية
فانها تزيد في العقل
Artinya : pelajarilah bahasa arab karena bahasa
arab dapat menambah ketajaman daya nalar, pikir.
Kedudukan
istemawa yang dimiliki bahasa arab diantara bahasa-bahasa lain di dunia karena
ia berfungsi sebagai bahasa al-qur’an dan al-hadits serta kitab-kitab lainnya.
Itulah sebabnya, maka di dalam kitab faid al-qadar syarh al-jami al-sagir
susunan al-manawiy (1976:178) disebutkan
bahwa dari ibnu abbas dengan riwayat muslim[4]
Rosulallah bersabda :
احبوا العراب
لثلا ث :لاني عرابي والقران عرابي وكلام اهل الجنة عرابي.
Artinya : cintailah bahasa arab karena tiga
perkara, saya(Muhammad) adalah orang arab al-qur’an dengan bahasa arab dan bahasa penghuni surge adalah bahasa arab .
Sungguh sangat
menyedihkan sekali, apa yang telah menimpa kaum muslimin saat ini, hanya
segelintir dari mereka yang mau mempelajari bahasa Arab dengan serius. Hal ini
memang sangat wajar karena di zaman modern ini banyak sekali kaum muslimin
tenggelam dalam tujuan dunia yang fana, Sehingga mereka enggan dan malas
mempelajari bahasa Arab.Karena mereka tahu tidak ada hasil duniawi yang bisa
diharapkan jika pandai berbahasa Arab. Berbeda dengan mempelajari bahasa
Inggris, kaum muslimin di saat ini begitu semangat sekali belajar bahasa
Inggris, karena mereka tahu banyak tujuan dunia yang bisa diperoleh jika pandai
bahasa Inggris, sehingga kita dapati mereka rela untuk meluangkan waktu yang
lama dan biaya yang banyak untuk bisa menguasai bahasa ini. Sehingga
kursus-kursus bahasa Inggris sangat laris dan menjamur dimana-mana walaupun
dengan biaya yang tak terkira. Namun bagaimana dengan kursus bahasa Arab…???
seandainya mereka benar-benar yakin terhadap janji Allah Ta’ala untuk orang
yang menyibukkan diri untuk mencari keridloan Nya, serta yakin akan kenikmatan surga dengan
kekekalannya, niscaya mereka akan
berusaha keras untuk mempelajari bahasa arab. Karena ia adalah sarana yang
efektif untuk memahami agama-Nya.
Kenyataan ini
tidak menunjukkan larangan mempelajari bahasa Inggris ataupun lainnya. Tapi
yang tercela adalah orang yang tidak memberikan porsi yang adil terhadap bahasa
arab. Sebaiknya mereka juga bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam
mempelajari bahasa Arab.
Dan termasuk
hal yang sangat menyedihkan, didapati seorang muslim begitu bangga jika bisa
berbahasa Inggris dengan fasih namun mengenai bahasa Arab dia tidak tahu,kalau keadaannya
sudah seperti ini bagaimana bisa diharapkan Islam maju dan jaya seperti dahulu.
Sungguh benar apa yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, bahasa Arab
memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan, akhlak,dan agama. Orang
yang pandai bahasa Arab cenderung senang membaca kitab-kitab para ulama yang
berbahasa Arab dan tentu senang juga membaca dan menghafal Al-Qur’an serta
hadits-hadits Rasulullah.Sehingga hal ini bisa memperbagus akhlak dan
agamanya.Berbeda dengan orang yang pandai berbahasa Inggris (namun tanpa
dibekali dengan ilmu agama yang baik), dia cenderung senang membaca buku
berbahasa Inggris yang jelas kebanyakannya merupakan karya orang kafir. Sehingga
mulailah ia mempelajari kehidupan orang kafir sedikit demi sedikit. Mau tidak
maudiapun harus mempelajari cara pengucapan dan percakapan yang benar melalui
mereka, agar dia bisa memperbagus bahasa Inggrisnya.
Bisa jadi
akhirnya ia pun senang mempelajari dan menghafal lagu-lagu berbahasa Inggris
(yang kebanyakan isinya berisi maksiat) dan tanpa sadar diapun mengidolakan
artis atau tokoh barat serta senang mengikuti gaya-gaya mereka. Akhlaknya pun
mulai meniru akhlak orang barat (orang kafir), dan mengagungkan orang kafir
serta takjub pada kehebatan mereka. Akhirnya, diapun terjatuh dalam tasyabbuh
(meniru-niru) terhadap orang kafir, Sungguh benar apa yang dikatakan oleh
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, bahasa Arab memiliki pengaruh yang sangat besar
dalam kehidupan, akhlak, agama. Orang yang pandai bahasa Arab cenderung senang
membaca kitab-kitab para ulama yang berbahasa Arab dan tentu senang juga
membaca dan menghafal Al-Qur’an serta hadits-hadits Rasulullah.
Bahasa Arab
adalah bahasa Agama Islam dan bahasa Al-Qur’an, seseorang tidak akan dapat
memahami kitab dan sunnah dengan pemahaman yang benar dan selamat (dari
penyelewengan) kecuali dengan bahasa Arab. Menyepelekan dan menggampangkan
Bahasa Arab akan mengakibatkan lemah dalam memahami agama serta jahil (bodoh)
terhadap permasalahan agama.
D. Tingkatan Pembelajaran Bahasa Arab
Perlu diperhatikan dalam pembelajaran bahasa
arab dengan tujuan untuk menhilangkan kesan bahwa bahasa arab itu sulit dan
memusingkan maka guru harus mengerti tingkatan murid yang sedang diajar, agar
bisa memberikan materi sesuai dengantingkat siswa pada saat itu.
Pemberian materi yang sesuai akan mempercepat
pemahaman siswa, jangan sampai pada saat siswa masih pada tahap pemula (mubtadi’in)
dalam mempelajari bahasa arab, guru memberikan materi yang terlalu sulit
seperti mengarang, bercerita dalam bahasa arab tentu itu akan membuat siswa
yang baru belajar bahasa arab akan merasa sangat kesulitan, sehingga timbullah
kefahaman pada diri siswa bahwa bahasa arab itu sulit, begitu juga sebaliknya
pemberian materi yang terlalu ringan kepada siswa yang sudah pada tingkat mahir
(mutaqodimin) akan membuat siswa merasa cepat bosan karena meteri itu sudah dia
kuasai, pengenalan awal terhadap
tingkatan siswa akan sangat membantu seorang guru dalam memberikan
sebuah materi yang cocok, hal ini sesuai dengan yang dikatakan Yusuf bahwa
pembelajaran bahasa arab perlu dipersiapkan materi dengan baik yang disesuaikan
dengan taraf perkembangan anak didik[5]
Untuk menghindari kesan bahwa belajar bahasa
arab itu sulit maka yang harus kita laksanakan adalah:
1)
Mengajarkan bahasa arab percakapan dengan
kata-kata yang sederhana dan mudah dimengerti oleh peserta didik
2)
Menggunakan alat peraga atau alat bantu, hal
ini penting agar pembelajaran menarik, bergairah, dan mudah difahami
3)
Mengaktifkan seluruh panca indra anak didik,
lidah dilatih dengan percakapan, mata dilatih dengan membaca, dan tangan
dilatih dengan menulis dan mengarang[6]
Dalam Pembelajaran bahasa Arab telah kita
ketahui bahwa tingkatan pembelajaran bahasa arab terdiri atas:
1)
Mubtadi’in (pemula) ini adalah tingkatan yang
paling awal dalam pembelajaran bahasa arab, dan biasanya materi yang paling
cocok untuk tingkatan ini adalah: menghafalkan mufrodat, percakapan yang
sederhana, dan mengarang terarah (insya’ muwajahah) ini
biasanya digunakan pada level bawah karena ia mencakup kegiatan mengarang yang
dimulai dari merangkai huruf, kemudian kata dan kalimat [7]
2)
Mutawasitin
(menengah) ketika siswa pada tingkatan ini berarti dia sudah mendapatkan
beberapa materi tentang bahasa arab, dan tugas seorang guru pada saat itu
adalah memberi penguatan terhadap materi-materi yang sudah didapatkan oleh
siswa, sehingga bisa mahir dalam materi tersebut
3)
Mutaqodimin
(mahir) pada tingkatan ini siswa sudah mulai mahir terhadap materi-materi
berbahasa arab dan materi yang sesuai bagi siswa yang sudah pada tingkatan ini
adalah mengarang bebas (insya hur) ini biasanya digunakan pada level tingkat tinggi karena disitu
kentrampilan, kreatifitas dari seorang penulis sangat diandalkan[8]
Kesimpulan
·
Pengertian pembelajaran adalah suatu upaya
membelajarkan siswa untuk belajar yang mana guru bertindak sebagai fasilitator
untukmembelajarkan siswa. Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan
unsur yang sangat fundamental dengan penyelenggaraan jenis dan tingkat
pendidikan .hal ini berarti, bahwa berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan
pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar yang dialami siswa baik
ketika ia berada di sekolah maupun di lingkungan rumah atau keuarga sendiri
·
Tujuan pembelajaran bahasa diperlukan agar
seseorang dapat berkomunikasi dengan baik dan benar dengan sesamanya dan
lingkungannya, baik secara lisan maupun tulisan, sudah sepantasnya seorang
muslim mencintai bahasa arab dan berupaya menguasainya. Allah telah menjadikan
bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an karena bahasa Arab adalah bahasa terbaik
yang pernah ada.
·
Dalam Pembelajaran bahasa Arab telah kita
ketahui bahwa tingkatan pembelajaran bahasa arab terdiri atas:
a. Mubtadi’in
(pemula) ini adalah tingkatan yang paling awal dalam pembelajaran bahasa arab,
dan biasanya materi yang paling cocok untuk tingkatan ini adalah: menghafalkan
mufrodat, percakapan yang sederhana, dan mengarang terarah (insya’ muwajahah) ini
biasanya digunakan pada level bawah karena ia mencakup kegiatan mengarang yang
dimulai dari merangkai huruf, kemudian kata dan kalimat
b. Mutawasitin
(menengah) ketika siswa pada tingkatan ini berarti dia sudah mendapatkan
beberapa materi tentang bahasa arab, dan tugas seorang guru pada saat itu
adalah memberi penguatan terhadap materi-materi yang sudah didapatkan oleh
siswa, sehingga bisa mahir dalam materi tersebut
c.
Mutaqodimin
(mahir) pada tingkatan ini siswa sudah mulai mahir terhadap materi-materi
berbahasa arab dan materi yang sesuai bagi siswa yang sudah pada tingkatan ini
adalah mengarang bebas (insya hur) ini biasanya digunakan pada level tingkat tinggi karena disitu
kentrampilan, kreatifitas dari seorang penulis sangat diandalkan
Daftar Pustaka
·
Abdullah Wahab
Rosyidi, Media Pembelajaran Bahasa Arab,
(Uin Malang Press, 2009)
·
http ://id.
Shvoong.com, Pengertian Pembelajaran Bahasa
Arab. (Diakses pada tanggal 30 Maret 2012.)
·
Azhar Arsyad Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya,(Pustaka
Pelajar 2003)
·
Yusuf, Tasmim Manhaj Li Ta’limi Al Lugoh Arobiyah,
(Kairo: Dar Al Saqofah,1997)
·
Maman
Abdurohman, Pengembangan Ajar Bahasa Arab
Terpadu, (Depdiknas,2009)
·
Radliah Zainudin
, Pembelajaran Bahasa Arab, (Pustaka
Rihlah Group,2005)
·
M Ainin dkk, Evaluasi Dalam Pembelajaran Bahasa Arab,(
Myskat: 2006)