Rabu, 11 Juli 2012

MAKALAH THORO’IQ TADRIS AL LUGHOH AL AROBIYAH”





KATA PENGANTAR
            Assalamu’alaikum Wr. Wb.
         Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmad, taufik dan hidayah-nya kepada Ilahi sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul:
Pembelajaran Bahasa Arab”
Penulisan makalah ini dapat terselesaikan atas bantuan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bpk. Dr. H M. Afifudin Dimyathi, Mag selaku dosen pengampu yang telah membimbing kami dalam mengerjakan karya ilmiah ini. Serta semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan karya tulis ilmiah ini yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu.
Kami menyadari bahwa dalam penulisan karya tulis ilmiah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik maupun saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi menyempurnakan karya tulis ilmiah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

                                                                                           Surabaya, 30-03- 2012




                                                                                                     Penyusun



DAFTAR ISI
Judul                                                                                                                                      
Kata Pengantar       ............................................................................................................. 2
Daftar Isi                 ............................................................................................................. 3
BAB I                         : PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah  .......................................................... 4

BAB II                        : PEMBAHASAN
A.    Pengertian Pembelajaran Bahasa Arab    .................................. 5
B.     Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab     ....................................... 6
C.     Pentingnya Pembelajaran Bahasa Arab    ................................. 8
D.    Tingkatan Pembelajaran Bahasa Arab .................................... 10

BAB III                      : PENUTUP
A.    Kesimpulan    ...........................................................................14

Daftar Pustaka                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           





BAB I
PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang Masalah
Pembelajaran bahasa arab sangat menarik sekali untuk dikaji ulang. Bukan saja karena fungsi dan esensinya bagi kehidupan komunikasi Islam, tapi karena sifatnya yang berada di tengah-tengah tradisi kependidikan yang sedang berlangsung dewasa ini,  Perkembangan islam begitu pesat, maka mau tak mau diperlukan adanya upaya pada teknisi pengajaran bahasa arab yang tepat agar umat islam terdidik, mengingat bahasa arab adalah bahasa alqur’an dan hadist sebagai sumber pedoman bagi umat islam. Hal ini dirasa mendesak sekali, mengingat pengajaran bahasa arab dan hakekatnya  memegang misi ganda. Pertama misi kepentingan agama yaitu dalam rangka menyebarkan dan mengajarkan dakwah islam kepada masyarakat, dan pembangunan Nasional dalam upaya ikut berpartisipasi aktif dalam dunia Internasional pada sisi yang lain.
  




BAB II
PEMBAHASAN

A.       Pengertian Pembelajaran Bahasa Arab
Pengertian pembelajaran adalah suatu upaya membelajarkan siswa untuk belajar yang mana guru bertindak sebagai fasilitator untukmembelajarkan siswa.Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dengan penyelenggaraan jenis dan tingkat pendidikan .hal ini berarti, bahwa berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar yang dialami siswa baik ketika ia berada di sekolah maupun di lingkungan rumah atau keuarga sendiri.
Di samping itu, ada pula sebagaian orang yang memandang belajar sebagai latihan belaka seperti yang tampak pada latihan membaca dan menulis[1].Menurut Oemmar Hamalik, pembelajaran adalah suatu komunikasiyang tersusun meliputi unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan danprosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran, dalam hal ini manusia terlibat dalam sistem pengajaran terdiri dari siswa, gurudan tenaga lainnya.
Menurut Nana Sudjana bahwa pembelajaran adalah  setiapupaya yang sistematis dan disengaja oleh pendidik untuk menciptakankondisi-kondisi agar peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran. Dalampembelajaran terjadi interaksi antara guru dan siswa, disatusisi gurumelakukan sebuah aktivitas yang membawa anak kearah tujuan, lebih dari ituanak atau siswa dapat melakukan serangkaian kegiatan yang telahdirencanakan oleh guru yaitu kegiatan balajar yang terarah pada tujuan yangingin dicapai.Dengan demikian pembelajaran bahasa Arab dapat didefinisikansuatu upaya membelajarkan siswa untuk belajar bahasa Arab dengan gurusebagai fasilitator dengan mengorganisasikan berbagai unsur untukmemperoleh tujuan yang ingin dicapai.Dalam pembelajaran bahasa Arabhendaknya mengacu pada upayamembina dan mengembangkan keempat segikemampuan bahasa, yaitu:kemampuan menyimak (istima'), berbicara (takallum), membaca (qiro'ah),dan menulis (kitabah),agar mampu memahami bahasa, baik melaluipendengaran maupun tulisan (reseptif),dan mampu mengutarakan pikiran danperasaan[2].                 

B.        Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab
Tujuan pembelajaran bahasa diperlukan agar seseorang dapat berkomunikasi dengan baik dan benar dengan sesamanya dan lingkungannya, baik secara lisan maupun tulisan. Tujuanpembelajaran bahasa adalah untuk menguasai ilmu bahasa dan kemahiran berbahasa arab,seperti muthala’ah, muhadatsah, insya’; nahwu dan sharaf, sehingga memperolehkemahiran berbahasa yang meliputi empat aspek kemahiran, yaitu:
Kemahiran,menyimak, kemahiran membaca, kemahiran menulis, dan kemahiran berbicara.
Menyimak merupakan proses perubahan wujud bunyi (bahasa) menjadi wujud makna. Kemahiran,menyimak sebagai kemahiran berbahasa yang sifatnya reseptif, menerima informasi dariorang lain (pembicara).
Kemahiran membaca merupakan kemahiran berbahasa yang sifatnya reseptif,menerima informasi dari orang lain (penulis) di dalam bentuk tulisan. Membaca merupakan perubahan wujud tulisan menjadi wujud makna.
Kemahiran menulis merupakan kemahiran bahasa yang sifatnya yang menghasilkan atau memberikan informasi kepada orang lain (pembaca) di dalam bentuk tulisan. Menulis merupakan perubahan wujud pikiran atau perasaan menjadi wujud tulisan.
Sedangkan kemahiran berbicara merupakan kemahiran yang sifatnya produktif, menghasilkan atau menyampaikan informasi kepada orang lain (penyimak) di dalam bentuk bunyi bahasa(tuturan merupakan proses perubahan wujud bunyi bahasa menjadi wujud tuturan[3](Suherman, 2000:4-5).Departemen Agama (1975:117) menjelaskan bahwa tujuan umum pembelajaranbahasa Arab adalah:
(1)      untuk dapat memahami al-Quran dan hadist sebagai sumber hukum ajaran islam
(2)      untuk dapat memahami buku-buku agama dan kebudayaan islam yang ditulis dalam bahasa Arab
(3)      untuk dapat berbicara dan mengarang dalam bahasa.
Tujuan pembelajaran merupakan sasaran yang hendak dicapai pada akhir pengajaran, serta kemampuan yang harus dimiliki siswa. Menurut Oemar Hamalik, tujuan penting dalam rangka system pembelajaran yakni merupakan suatu komponen sistem pembelajaran yang menjadi titik tolak dalam merancang sistem yang afektif,adapun tujuan umum dalam pembelajaran bahasa Arab adalah :         
1. Untuk memahami dan memahamkan ajaran Islam   
2. Untuk memahami ilmu dan ketrampilan bahasa                   
3.Sebagai alat untuk mempelajari dan memperdalam pengetahuan Islam, seperti sejarah masa lalu, berita-berita, naskah-naskah tua guna menyelidiki latar belakang sejarah manusia, kebudayaan dan adat istiadat serta perkembangan bahasa itu sendiri.                                                         
4. Untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari, dalam forum ilmiyah,
maupun dalam forum-forum resmi.



C. Pentingnya Pembelajaran Bahasa Arab
Sudah sepantasnya seorang muslim mencintai bahasa arab dan berupaya menguasainya. Allah telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an karena bahasa Arab adalah bahasa terbaik yang pernah ada.
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.”
Abdul chamid bin Yahya dalam Al-hasyimy (1354 H : 4) berkata :
اللغة العرابية من او سع اللغات و اغناها و ادقها تصويرا
Artinya : bahasa arab merupakan bahasa yang terluas dan terkaya kandungannya, deskribsi dan pemaparannya sangat mendetail dan mendalam .
Abdul chamid bin Yahya dalam Al-hasyimiyberkata :
تعلموا العرابية فانها تزيد في العقل
Artinya : pelajarilah bahasa arab karena bahasa arab dapat menambah ketajaman daya nalar, pikir.
Kedudukan istemawa yang dimiliki bahasa arab diantara bahasa-bahasa lain di dunia karena ia berfungsi sebagai bahasa al-qur’an dan al-hadits serta kitab-kitab lainnya. Itulah sebabnya, maka di dalam kitab faid al-qadar syarh al-jami al-sagir susunan al-manawiy (1976:178) disebutkan  bahwa dari ibnu abbas dengan riwayat muslim[4]
Rosulallah bersabda :
احبوا العراب لثلا ث :لاني عرابي والقران عرابي وكلام اهل الجنة عرابي.
Artinya : cintailah bahasa arab karena tiga perkara, saya(Muhammad) adalah orang arab al-qur’an dengan bahasa arab dan  bahasa penghuni surge adalah bahasa arab .
Sungguh sangat menyedihkan sekali, apa yang telah menimpa kaum muslimin saat ini, hanya segelintir dari mereka yang mau mempelajari bahasa Arab dengan serius. Hal ini memang sangat wajar karena di zaman modern ini banyak sekali kaum muslimin tenggelam dalam tujuan dunia yang fana, Sehingga mereka enggan dan malas mempelajari bahasa Arab.Karena mereka tahu tidak ada hasil duniawi yang bisa diharapkan jika pandai berbahasa Arab. Berbeda dengan mempelajari bahasa Inggris, kaum muslimin di saat ini begitu semangat sekali belajar bahasa Inggris, karena mereka tahu banyak tujuan dunia yang bisa diperoleh jika pandai bahasa Inggris, sehingga kita dapati mereka rela untuk meluangkan waktu yang lama dan biaya yang banyak untuk bisa menguasai bahasa ini. Sehingga kursus-kursus bahasa Inggris sangat laris dan menjamur dimana-mana walaupun dengan biaya yang tak terkira. Namun bagaimana dengan kursus bahasa Arab…??? seandainya mereka benar-benar yakin terhadap janji Allah Ta’ala untuk orang yang menyibukkan diri untuk mencari keridloan Nya,  serta yakin akan kenikmatan surga dengan kekekalannya,  niscaya mereka akan berusaha keras untuk mempelajari bahasa arab. Karena ia adalah sarana yang efektif untuk memahami agama-Nya.
Kenyataan ini tidak menunjukkan larangan mempelajari bahasa Inggris ataupun lainnya. Tapi yang tercela adalah orang yang tidak memberikan porsi yang adil terhadap bahasa arab. Sebaiknya mereka juga bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam mempelajari bahasa Arab.
Dan termasuk hal yang sangat menyedihkan, didapati seorang muslim begitu bangga jika bisa berbahasa Inggris dengan fasih namun mengenai bahasa Arab dia tidak tahu,kalau keadaannya sudah seperti ini bagaimana bisa diharapkan Islam maju dan jaya seperti dahulu. Sungguh benar apa yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, bahasa Arab memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan, akhlak,dan agama. Orang yang pandai bahasa Arab cenderung senang membaca kitab-kitab para ulama yang berbahasa Arab dan tentu senang juga membaca dan menghafal Al-Qur’an serta hadits-hadits Rasulullah.Sehingga hal ini bisa memperbagus akhlak dan agamanya.Berbeda dengan orang yang pandai berbahasa Inggris (namun tanpa dibekali dengan ilmu agama yang baik), dia cenderung senang membaca buku berbahasa Inggris yang jelas kebanyakannya merupakan karya orang kafir. Sehingga mulailah ia mempelajari kehidupan orang kafir sedikit demi sedikit. Mau tidak maudiapun harus mempelajari cara pengucapan dan percakapan yang benar melalui mereka, agar dia bisa memperbagus bahasa Inggrisnya.
Bisa jadi akhirnya ia pun senang mempelajari dan menghafal lagu-lagu berbahasa Inggris (yang kebanyakan isinya berisi maksiat) dan tanpa sadar diapun mengidolakan artis atau tokoh barat serta senang mengikuti gaya-gaya mereka. Akhlaknya pun mulai meniru akhlak orang barat (orang kafir), dan mengagungkan orang kafir serta takjub pada kehebatan mereka. Akhirnya, diapun terjatuh dalam tasyabbuh (meniru-niru) terhadap orang kafir, Sungguh benar apa yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, bahasa Arab memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan, akhlak, agama. Orang yang pandai bahasa Arab cenderung senang membaca kitab-kitab para ulama yang berbahasa Arab dan tentu senang juga membaca dan menghafal Al-Qur’an serta hadits-hadits Rasulullah.
Bahasa Arab adalah bahasa Agama Islam dan bahasa Al-Qur’an, seseorang tidak akan dapat memahami kitab dan sunnah dengan pemahaman yang benar dan selamat (dari penyelewengan) kecuali dengan bahasa Arab. Menyepelekan dan menggampangkan Bahasa Arab akan mengakibatkan lemah dalam memahami agama serta jahil (bodoh) terhadap permasalahan agama.
D. Tingkatan Pembelajaran Bahasa Arab
Perlu diperhatikan dalam pembelajaran bahasa arab dengan tujuan untuk menhilangkan kesan bahwa bahasa arab itu sulit dan memusingkan maka guru harus mengerti tingkatan murid yang sedang diajar, agar bisa memberikan materi sesuai dengantingkat  siswa pada saat itu.
Pemberian materi yang sesuai akan mempercepat pemahaman siswa, jangan sampai pada saat siswa masih pada tahap pemula (mubtadi’in) dalam mempelajari bahasa arab, guru memberikan materi yang terlalu sulit seperti mengarang, bercerita dalam bahasa arab tentu itu akan membuat siswa yang baru belajar bahasa arab akan merasa sangat kesulitan, sehingga timbullah kefahaman pada diri siswa bahwa bahasa arab itu sulit, begitu juga sebaliknya pemberian materi yang terlalu ringan kepada siswa yang sudah pada tingkat mahir (mutaqodimin) akan membuat siswa merasa cepat bosan karena meteri itu sudah dia kuasai, pengenalan awal terhadap  tingkatan siswa akan sangat membantu seorang guru dalam memberikan sebuah materi yang cocok, hal ini sesuai dengan yang dikatakan Yusuf bahwa pembelajaran bahasa arab perlu dipersiapkan materi dengan baik yang disesuaikan dengan taraf perkembangan anak didik[5]
Untuk menghindari kesan bahwa belajar bahasa arab itu sulit maka yang harus kita laksanakan adalah:
1)         Mengajarkan bahasa arab percakapan dengan kata-kata yang sederhana dan mudah dimengerti oleh peserta didik
2)         Menggunakan alat peraga atau alat bantu, hal ini penting agar pembelajaran menarik, bergairah, dan mudah difahami
3)         Mengaktifkan seluruh panca indra anak didik, lidah dilatih dengan percakapan, mata dilatih dengan membaca, dan tangan dilatih dengan menulis dan mengarang[6]
Dalam Pembelajaran bahasa Arab telah kita ketahui bahwa tingkatan pembelajaran bahasa arab terdiri atas:
1)         Mubtadi’in (pemula) ini adalah tingkatan yang paling awal dalam pembelajaran bahasa arab, dan biasanya materi yang paling cocok untuk tingkatan ini adalah: menghafalkan mufrodat, percakapan yang sederhana, dan mengarang terarah (insya’ muwajahah) ini biasanya digunakan pada level bawah karena ia mencakup kegiatan mengarang yang dimulai dari merangkai huruf, kemudian kata dan kalimat [7]
2)         Mutawasitin (menengah) ketika siswa pada tingkatan ini berarti dia sudah mendapatkan beberapa materi tentang bahasa arab, dan tugas seorang guru pada saat itu adalah memberi penguatan terhadap materi-materi yang sudah didapatkan oleh siswa, sehingga bisa mahir dalam materi tersebut
3)         Mutaqodimin (mahir) pada tingkatan ini siswa sudah mulai mahir terhadap materi-materi berbahasa arab dan materi yang sesuai bagi siswa yang sudah pada tingkatan ini adalah mengarang bebas (insya hur) ini biasanya digunakan  pada level tingkat tinggi karena disitu kentrampilan, kreatifitas dari seorang penulis sangat diandalkan[8]




Kesimpulan
·         Pengertian pembelajaran adalah suatu upaya membelajarkan siswa untuk belajar yang mana guru bertindak sebagai fasilitator untukmembelajarkan siswa. Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dengan penyelenggaraan jenis dan tingkat pendidikan .hal ini berarti, bahwa berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar yang dialami siswa baik ketika ia berada di sekolah maupun di lingkungan rumah atau keuarga sendiri
·         Tujuan pembelajaran bahasa diperlukan agar seseorang dapat berkomunikasi dengan baik dan benar dengan sesamanya dan lingkungannya, baik secara lisan maupun tulisan, sudah sepantasnya seorang muslim mencintai bahasa arab dan berupaya menguasainya. Allah telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an karena bahasa Arab adalah bahasa terbaik yang pernah ada.
·         Dalam Pembelajaran bahasa Arab telah kita ketahui bahwa tingkatan pembelajaran bahasa arab terdiri atas:
a.       Mubtadi’in (pemula) ini adalah tingkatan yang paling awal dalam pembelajaran bahasa arab, dan biasanya materi yang paling cocok untuk tingkatan ini adalah: menghafalkan mufrodat, percakapan yang sederhana, dan mengarang terarah (insya’ muwajahah) ini biasanya digunakan pada level bawah karena ia mencakup kegiatan mengarang yang dimulai dari merangkai huruf, kemudian kata dan kalimat
b.      Mutawasitin (menengah) ketika siswa pada tingkatan ini berarti dia sudah mendapatkan beberapa materi tentang bahasa arab, dan tugas seorang guru pada saat itu adalah memberi penguatan terhadap materi-materi yang sudah didapatkan oleh siswa, sehingga bisa mahir dalam materi tersebut
c.       Mutaqodimin (mahir) pada tingkatan ini siswa sudah mulai mahir terhadap materi-materi berbahasa arab dan materi yang sesuai bagi siswa yang sudah pada tingkatan ini adalah mengarang bebas (insya hur) ini biasanya digunakan  pada level tingkat tinggi karena disitu kentrampilan, kreatifitas dari seorang penulis sangat diandalkan
Daftar Pustaka
·         Abdullah Wahab Rosyidi, Media Pembelajaran Bahasa Arab, (Uin Malang Press, 2009)
·         http ://id. Shvoong.com, Pengertian Pembelajaran Bahasa Arab. (Diakses pada tanggal 30 Maret 2012.)
·         Azhar Arsyad Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya,(Pustaka Pelajar 2003)
·         Yusuf, Tasmim Manhaj Li Ta’limi Al Lugoh Arobiyah, (Kairo: Dar Al Saqofah,1997)
·         Maman Abdurohman, Pengembangan Ajar Bahasa Arab Terpadu, (Depdiknas,2009)
·         Radliah Zainudin , Pembelajaran Bahasa Arab, (Pustaka Rihlah Group,2005)
·         M Ainin dkk, Evaluasi Dalam Pembelajaran Bahasa Arab,( Myskat: 2006)

Donwlod Makalah Lengkap Disini

MAKALAH NAHWU

                                   



أهمِّيةُ القراءةِ في حياتِنا
            القراءةُ هي نشاطُ نقلِ المعلوماتِ المكتوبةِ في العقلِ و تُصبِحُ تِلقائِيًا المعرفةَ. أنَّ القراءةَ الجزءُ المُكمل لحياتِنا الشخصيّةِ وهي مفتاحُ أبوابِ العلومِ والمَعارِفِ المُتنوِّعةِ، وقد دعا إليها دينُنا الحنيفُ أوّلَ ما أَمر اللهُ في أوّلِ آية ٍنُزِلتْ على رَسولِنا الكريمِ وهي (إقرأ).
            بهذا الدليلِ يدلُّ علينا أنَّ القراءةَ مهمةٌ في حياتِنا، وهي إحدَى الوسائلِ المهمةِ لاكتِسابِ العلومَ المختلِفةَ وزِيادةِ فهمِنا وإدراكِنا للأمورِ. وقيلَ أنّ الكتبَ نافذةُ العالَمِ، إذا فُتحتْها فظهرتْ مناظرَ حولَها. وكذالك بالكتبِ، فظهرت العلومُ والمَعارِفُ المُتنوِّعةُ بوجودِ القراءةِ. فمن هذا نرى أن القراءةَ غِذاءٌ للروحِ ومُتعةٌ للعقلِ فيها نجد
غايتَه عندما نَبحرُ بينَ شواطِئِ المعرفةِ وبِحارِ العلمِ ونَغرفُ مِن كنوزِه فنكتسِبُ مانطلُب. فقال: اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا (ألإسراء:14)
إنّ العلومَ والمعارفَ الذين نكتسِبُهم بالقراءةِ سنفرِّقُ بينَنا وبين الذين لا يُمارِسون بالقراءة. كما نرى في بلادِ الناميةِ جعلتْ شعبَها عادةً بقراءتِها ثم سيزيد ذلك من المواردِ البشريَّةِ. لذالك، نجبُ علينا أن نعودَ أنفسَنا على القراءةِ ليَنتجَ جِيلاً واعِيًا مُثقَّفاً في شتَّى المجالاتِ. سوف تُصبح بلادُنا دولةً متقدمةً مع الناسِ الذين لديهم تقاليدُ القراءةِ في حياتِها.
لكن الآسف، من معظّمِ المُجتمعِ لا يَهتَمّون بأنّ القراءةَ مهمَّةٌ جدّا في حياتِنا فهُم لا يَمِيلون في أهمّيتِها. وآمل، بعد أن نتعرَّفَ بأهمّيتِها وفوائدِها في حياتنا، نستطيع أن نغييَر أساليبَ حياتِنا لممارسةِ القراءةِ.

الكليمات
الإعراب
أهمِّيةُ القراءةِ في حياتِنا
أهمِّيةُ القراءةِ
شبه الجملة
أهمية: مرفوع وعلامة رفعه ضمة ظاهرة في أخره لأنه اسم مفرد وهو مضاف. القراءة: مضاف إليه مجرور بالمضاف وعلامة جره كسرة ظاهرة لأنه اسم مفرد.
في حياتِنا
في: حرف جرمبني على السكون لا محل لها من الإعراب. حياة: مجرور بفي وعلامة جره كسرة ظاهرة لأنه اسم مفرد وهو مضاف. نا: ضمير متصل مبنى على السكون وهو مضاف إليه.
القراءةُ هي نشاطُ نقلِ المعلوماتِ المكتوبةِ في العقلِ و تُصبِحُ المعرفةَ تِلقائِيًا.  أنَّ القراءةَ  الجزءُ المُكمل لحياتِنا الشخصيّةِ وهي مفتاحُ أبوابِ العلومِ والمَعارِفِ المُتنوِّعةِ، وقد دعا إليها دينُنا الحنيفُ أوّلَ ما أَمر اللهُ في أوّلِ آية ٍنُزِلتْ على رَسولِنا الكريمِ وهي (إقرأ).
القراءةُ
مبتداء مرفوع وعلامة رفعه ضمة ظاهرة في أخره لأنه اسم مفرد.
هي نشاطُ نقلِ المعلوماتِ المكتوبةِ
خبره مرفوع وعلامة رفعه ضمة ظاهرة في أخره لأنه اسم مفرد.
هي: اسم االضمير مبنى على الفتح فى محل رفع خبر. نشاط: مرفوع وعلامة رفعه ضمة ظاهرة في أخره لأنه اسم مفرد وهو مضاف. نقل:مضاف إليه مجرور بالمضاف وعلامة جره كسرة ظاهرة لأنه اسم مفرد وهو مضاف ثان. المعلومات: مضاف إليه ثان مجرور بالمضاف وعلامة جره كسرة ظاهرة لأنه اسم مفرد.
في العقلِ
في: حرف جرمبني على السكون لا محل لها من الإعراب. حياة: مجرور بفي وعلامة جره كسرة ظاهرة لأنه اسم مفرد.
و تُصبِحُ تِلقائِيًا المعرفةَ
و: حرف عطف مبنى على الفتح لا محل لها من الإعراب. تصبح: فعل مضارع ناقص مرفوع لتجرده عن النواصب والجوازم ترفع الاسم وتنصب الخبرواسمه ضمير مستتر وجوبا تقديره هي (المعلومات). المعرفة:خبرها منصوب وعلامة نصبه فتحة. تلقائيا: حال: منصوب وعلامة نصبه فتحة في أخره لأنه أسم مفرد.
أنّ: حرف توكيد تنصيب الإسم وترفع الخبر. القراءة: إسمها منصوب وعلامة نصبه فتحة ظاهرة في أخره لأنه أسم مفرد.
الجزءُ المُكمل
خبرها مرفوع وعلامة رفعه ضمة ظاهرة في أخره لأنه اسم مفرد. المكمل: نعت حقيقي مرفوع.
لحياتِنا الشخصيّةِ
ل: حرف جرمبني على السكون لا محل لها من الإعراب. حياة: مجرور بفي وعلامة جره كسرة ظاهرة لأنه اسم مفرد وهو مضاف. نا: ضمير متصل مبنى على السكون وهو مضاف إليه في محل مصاف ثان. الضخصية: : مضاف إليه ثان مجرور بالمضاف وعلامة جره كسرة ظاهرة لأنه اسم مفرد.
وهي مفتاحُ أبوابِ العلومِ
و: حرف عطف مبنى على الفتح لا محل لها من الإعراب. هي:اسم االضمير مبنى على الفتح فى محل رفع مبتداء.مفتاح: خبرها مرفوع وعلامة رفعه ضمة ظاهرة في أخره لأنه اسم مفرد وهو مضاف. أبواب: مضاف إليه مجرور بالمضاف وعلامة جره كسرة ظاهرة لأنه اسم مفرد وهو مضاف ثان. العلوم: مضاف إليه ثان مجرور بالمضاف وعلامة جره كسرة ظاهرة لأنه اسم مفرد.
والمَعارِفِ المُتنوِّعةِ
و: حرف عطف مبنى على الفتح لا محل لها من الإعراب. المعارف: مضاف إليه معطوف مجرور بالمضاف وعلامة جره كسرة ظاهرة لأنه اسم مفرد وهو مضاف ثان. المتنوعة: نعت حقيقي مجرور وعلامة جره كسرة ظاهرة.
وقد دعا إليها
و: حرف عطف مبنى على الفتح لا محل لها من الإعراب. قد: حرف توكيد.دعا: فعل ماض مبنى على الفتح المقدر للتعذر.إلى: حرف جر، ها: أي  القراءة- في محل مفعول به.
دينُنا الحنيفُ
دين: فاعله مرفوع وعلامة رفعه ضمة ظاهرة في أخره لأنه اسم مفرد وهو مضاف.نا: ضمير متصل مبنى على السكون وهو مضاف إليه. الحنيف: نعت حقيقي مرفوع وعلامة رفعه ضمة ظاهرة في أخره لأنه اسم مفرد.
أوّلَ ما أَمر اللهُ
أول: مفعول به منصوب منصوب وعلامة نصبه فتحة ظاهرة في أخره لأنه أسم مفرد. ما: ما مصدرية. أمر: فعل ماض مبنى على الفتح. الله: فاعله مرفوع وعلامة رفعه ضمة ظاهرة في أخره لأنه اسم مفرد.
في أوّلِ آية ٍنُزِلتْ
في: حرف جرمبني على السكون في محل ظرف الزمان. أول: مجرور بفي وعلامة جره كسرة ظاهرة لأنه اسم مفرد وهو مضاف. آية: مضاف إليه مجرور بالمضاف وعلامة جره كسرة ظاهرة لأنه اسم مفرد. نزلت:فعل ماض مبنى للمجهول.
على رَسولِنا الكريمِ
على: حرف جرمبني على السكون. رسول: مجرور بعلى وعلامة جره كسرة ظاهرة لأنه اسم مفرد وهو مضاف. نا: ضمير متصل مبنى على السكون وهو مضاف إليه.والجاروالمجرور متعلقة بمخذوف نائب الفاعل. الكريم: نعت حقيقي مجرور وعلامة جره كسرة ظاهرة لأنه اسم مفرد.
وهي (إقرأ)
و: حرف عطف مبنى على الفتح لا محل لها من الإعراب. اسم الإشارة مبنى على الفتح فى محل رفع مبتداء. إقراء: فعل أمر مبنى على السكون والفاعل ضمير مستتر وجوبا تقديره أنت.
بهذا الدليلِ يدلُّ علينا أنَّ القراءةَ مهمةٌ في حياتِنا، وهي إحدَى الوسائلِ المهمةِ لاكتِسابِ العلومَ المختلِفةَ وزِيادةِ فهمِنا وإدراكِنا للأمورِ. وقيلَ أنّ الكتبَ نافذةُ العالَمِ، إذا فُتحتْها فظهرتْ مناظرَ حولَها. وكذالك بالكتبِ، فظهرت العلومُ والمَعارِفُ المُتنوِّعةُ بوجودِ القراءةِ. فمن هذا نرى أن القراءةَ غِذاءٌ للروحِ ومُتعةٌ للعقلِ فيها نجد
غايتَه عندما نَبحرُ بينَ شواطِئِ المعرفةِ وبِحارِ العلمِ ونَغرفُ مِن كنوزِه فنكتسِبُ مانطلُب. فقال: اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا (ألإسراء:14)
بهذا الدليلِ يدلُّ علينا
ب: حرف جرمبني على السكون. هذا: اسم الإشارة مبنى على الفتح فى محل رفع مبتداء وهو مضاف. الدليل: مجرور بب وعلامة جره كسرة ظاهرة لأنه اسم مفرد وهو مضاف إليه. يدل: فعل مضارع مرفوع لتجرده عن النواصب في محل خبر المبتداء. على: حرف جرمبني على السكون. نا: ضمير متصل مبنى على السكون في محل مفعول به.
أنَّ القراءةَ مهمةٌ في حياتِنا
أن: حرف توكيد تنصيب الإسم وترفع الخبر. القراءة: إسمها منصوب وعلامة نصبه فتحة ظاهرة في أخره لأنه أسم مفرد. مهمة: خبرها مرفوع وعلامة رفعه ضمة ظاهرة في أخره لأنه اسم مفرد. في: حرف جرمبني على السكون لا محل لها من الإعراب. حياة: مجرور بفي وعلامة جره كسرة ظاهرة لأنه اسم مفرد وهو مضاف. نا: ضمير متصل مبنى على السكون وهو مضاف إليه.
وهي إحدَى الوسائلِ المهمةِ لاكتِسابِ العلومَ المختلِفةَ
و: حرف عطف مبنى على الفتح لا محل لها من الإعراب. اسم الإشارة مبنى على الفتح فى محل رفع مبتداء. إحدى:خبره مرفوع وعلامة رفعه ضمة مقدرة لأنه معتل الألف وهو مضاف. الوسائل: مضاف إليه مجرور بالمضاف وعلامة جره كسرة ظاهرة في أخره لأنه جمع تكسير وهو مضاف إليه. االمهمة: نعت حقيقي مجرور وعلامة جره كسرة ظاهرة.ل: لام االتعليل. اكتساب: مجرور ب لام االتعليل وعلامة جره كسرة ظاهرة لأنه اسم مفرد وهو مضاف.العلوم: مفعول به منصوب منصوب وعلامة نصبه فتحة ظاهرة في أخره. المختلفة: نعت حقيقي مجرور وعلامة جره كسرة ظاهرة لأنه اسم مفرد.
وزِيادةِ فهمِنا وإدراكِنا للأمورِ
و:حرف عطف مبنى على الفتح. وزيادة: مجرور ب لام االتعليل وعلامة جره كسرة ظاهرة لأنه اسم مفرد وهو مضاف في محل عطف إليه. فهم: مضاف إليه مجرور بالمضاف وعلامة جره كسرة ظاهرة في أخره لأنه اسم مفرد وهو مضاف ثان. نا: ضمير متصل مبنى على السكون وهو مضاف إليه ثان.
و:حرف عطف مبنى على الفتح. إدراك: معطوف مجرور وعلامة جره كسرة ظاهرة لأنه اسم مفرد وهو مضاف. نا: ضمير متصل مبنى على السكون وهو مضاف إليه.ل: حرف جرمبني على السكون لا محل لها من الإعراب. الأمور: مجرور بالمضاف وعلامة جره كسرة ظاهرة في أخره لأنه جمع تكسير.
وقيلَ أنّ الكتبَ نافذةُ العالَمِ
و:حرف عطف مبنى على الفتح.أن: حرف توكيد تنصيب الإسم وترفع الخبر. الكتب: إسمها منصوب وعلامة نصبه فتحة ظاهرة في أخره لأنه أسم مفرد. نافذة: خبرها مرفوع وعلامة رفعه ضمة ظاهرة في أخره لأنه اسم مفرد وهو مضاف. العالم: مضاف إليه مجرور بالمضاف وعلامة جره كسرة ظاهرة في أخره لأنه اسم مفرد.
إذا فُتحتْها فظهرتْ مناظرَ حولَها
إذا: حرف الشرطية. فتحت: فعل ماض مبنى مجهول  ضم أوله وفتح ما قبل الأخروالتاء علامة التأنيث. ها: مفعول به منصوب.ف:جواب الشرطية. ظهرت فعل ماض مبنى مجهول  ضم أوله وفتح ما قبل الأخروالتاء علامة التأنيث. مناظر: مفعول به منصوب.حولها: ظرف المكان وهو مضاف. ها: ضمير متصل وهومضاف إليه.
وكذالك بالكتبِ، فظهرت العلومُ والمَعارِفُ المُتنوِّعةُ بوجودِ القراءةِ

فمن هذا نرى أن القراءةَ غِذاءٌ للروحِ ومُتعةٌ للعقلِ

فيها نجد
غايتَه عندما نَبحرُ بينَ شواطِئِ المعرفةِ





اقْرَأْ كِتابَكَ» أمر فاعله مستتر وكتاب مفعول به والكاف مضاف إليه والجملة مقول القول لفعل محذوف تقديره يقال له اقرأ «كَفى» ماض مبني على الفتح المقدر على الألف للتعذر «بِنَفْسِكَ» الباء زائدة ونفسك فاعل مرفوع بالضمة منع من ظهورها اشتغال المحل بحركة حرف الجر الزائد والجملة مستأنفة «الْيَوْمَ» ظرف زمان متعلق بكفى وكذلك الجار والمجرور «عَلَيْكَ» «حَسِيباً» تمييز «مَنِ» اسم شرط جازم في محل رفع مبتدأ والجملة مستأنفة



القراءةُ
هي نشاطُ نقلِ المعلوماتِ المكتوبةِ في العقلِ وسَوفَ تُصبِحُ تِلقائِيًا المعرفةُ.  أنَّ القراءةَ هي الجزءُ المُكمل لحياتِنا الشخصيّةِ وهي مفتاحُ أبوابِ العلومِ والمَعارِفِ المُتنوِّعةِ، فقد دعا إليها دينُنا الحنيفُ أوّلَ ما أَمر اللهُ في أوّلِ آية ٍنُزِلتْ على رَسولِنا الكريمِ وهي (إقرأ).


Donwlod Makalah Lengkap Disini